Mentok Rimba, Bebek Terlangka Di Dunia

Mentok Rimba atau dalam bahasa ilmiahnya Cairina scutulata bisa dikatakan sebagai jenis bebek paling langka di dunia

Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur

Taman Nasional Way Kambas Lampung Timur merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Pasar Mancanegara

Pesona Gajah Lampung Timur

Pesona gajah dari Lampung Timur yang menawan.

Pesona Gajah Lampung Timur

Pesona gajah dari Lampung Timur yang menawan.

Seruit… Makanan Khas Lampung

Rasa Seruit yang pedas, asem dan manis, akan membuat anda tak akan berhenti untuk terus mencicipi makanan ini hingga habis

Follow by Email

Selasa, 11 Desember 2012

Gallery Foto

How To


Jika Anda ingin menikmati pesona indah Taman Nasional Way Kambas, anda dapat menggunakan alternative moda angkutan :


·         Pesawat
Beberapa maskapai penerbangan seperti Sriwijaya, Batavia dan Garuda melayani penerbangan Soeta, Cengkareng – Raden Inten, Tanjung Karang – Lampung. Lama perjalanan hanya 45 menit. Tarif pada hari biasa berkisar 300-an ribu.

·        Kapal
Pelabuhan Merak, Banten – Pelabuhan Bakauheni, Lampung
Jika menggunakan kapal ferry sekitar 2 – 3 Jam. Tarif Kapal Ferry adalah Rp.11.500,- tambah Rp. 8.000,- jika ingin pindah ke executive room, sedangkan kapal cepat tarifnya Rp.10.000,-
Pelabuhan Bakauheni – Labuan Meringgai – Way Kambas, menggunakan mobil + 2 jam. (via Jalan Lintas Timur Lampung – Bakauheni)

·        Darat
Terminal Kalideres atau Terminal Kampung Rambutan – Pelabuhan Merak (Bus Ekonomi) Rp.15.000 – Rp. 18.000, lama perjalanan 1.5 jam
Selain bus yang melayani Jakarta – Merak, bus DAMRI juga melayani perjalanan ke Lampung dengan tarif bervariasi tergantung fasilitasnya.
DAMRI Gambir – Bandar lampung: Berangkat jam 8.00 – 10.00 dan 20.00 – 22.00. Bisnis: Rp. 115.000,-  dan Eksekutif: Rp. 150.000,-. Pool Damri berada di dekat mushola/Dunkin Donut Stasiun Gambir.
DAMRI Bogor – Bandar lampung: Berangkat jam 19.00, tarif: Rp. 160.000,-. Pool Damri berada di dekat Botani Square bersama dengan Damri tujuan Bandara Soekarno Hatta.
Travel juga banyak tersedia, jadwal biasanya start jam 8-10 pagi dan 8-10 malam tergantung area jemputan. Kisaran harga Rp. 170.000,- plus biaya penjemputan.
Bandar Lampung – Metro – Labuhan Ratu, menggunakan mobil pribadi + 2 jam.

Seruit… Makanan Khas Lampung

   

Provinsi Lampung memiliki potensi wisata yang cukup besar. Jika anda berkunjung ke provinsi ini, anda bisa beriwisata budaya di berbagai Kampung Tua di Sukau, Liwa, Kembahang, Batu Brak, Kenali, Ranau dan Krui di Lampung Barat. Selain berwisata budaya, anda pun bisa mengunjungi beragam festival yang ada di provinsi ini, seperti Festival Sekura di Lampung Barat yang biasanya diadakan seminggu setelah Idul Fitri, Festival Karakatau di kota Bandar Lampung, Festival Teluk Stabas di Lampung Barat dan Festival Way Kambas di Lampung Timur. Tentu anda tertarik bukan untuk menghadiri acara- acara budaya tersebut, maka mari datanglah berkunjung ke Indonesia, terutama ke provinsi Lampung.
Berwisata ke provinsi Lampung, akan terasa lebih menyenangkan, jika anda pun mencoba kuliner khas Lampung. Salah satu kuliner khas Lampung yang patut anda coba adalah Seruit. Seruit merupakan makanan yang terdiri dari ikan bakar atau goreng beserta lalapannya yang kemudian dicampur dengan sambal terasi, tempoyak atau mangga.
Tempoyak adalah makanan yang merupakan hasil fermentasi dari buah Durian. Dan Seruit akan terasa lebih nikmat, jika disantap bersama dengan nasi, ikan pindang kuning, dan serbat. Serbat adalah jus minuman yang terbuat dari buah mangga dan kiwi.
Aktivitas makan Seruit disebut juga dengan istilah Nyeruit, yang berarti kegiatan makan yang dilakukan bersama- sama. Oleh karena itu, untuk menikmati hidangan Seruit, akan terasa lebih nikmat jika dilakukan secara bersama, apalagi bersama dengan anggota keluarga lainnya.
Bagi masyarakat Lampung, Seruit bukan hanya sekedar makanan, namun juga merupakan bagian tradisi dan kebudayaan Lampung karena makanan ini melambangkan kebersamaan diantara anggota keluarga masyarakat Lampung.
Rasa Seruit yang pedas, asem dan manis, akan membuat anda tak akan berhenti untuk terus mencicipi makanan ini hingga habis. Tentu anda yang tertarik untuk mencicipi Seruit, namun jenis makanan ini cukup sulit di temukan di rumah- rumah makan di Lampung karena Seruit lebih dikenal sebagai hidangan rumahan. Namun karena bahan- bahan yang dibutuhkan dan cara membuat makanan ini cukup mudah, anda bisa membuatnya di rumah dan menikmatinya bersama anggota keluarga anda.
Membuat Seruit bukanlah hal yang sulit, anda perlu menyiapkan ikan Patin, Mas, Baung atau jenis ikan lainnya yang telah digoreng atau dibakar, Sambal Terasi, Terong panggang, Isi Timun, Tempoyak, garam, air secukupnya, Lalapan rebus dan Lalapan mentah.
Lalapan rebus terdiri dari daun singkong, daun papaya, kangkung atau bayam yang telah direbus. Sedangkan lalapan mentah terdiri dari timun, Jengkol, daun Jambu mete muda, kacang panjang, wortel dan daun kemangi. Kemudian campur semua bahan dalam satu wadah, lalu aduk hingga rata dan anda bisa langsung menikmati Seruit.

Sumber :http://ferrycahlampung.blogspot.com/2012/03/wisata-kuliner-lampung_07.html


Tentang Kami




Taman Nasional Way Kambas adalah taman nasional perlindungan gajah yang terletak di daerah Lampung tepatnya di kecamatan labuhan ratu lampung timur, Indonesia. Selain di Way Kambas, sekolah gajah (Pusat Latihan Gajah) juga bisa ditemui di Minas, Riau. Gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang hidup di kawasan ini semakin berkurang jumlahnya. Taman Nasional Way Kambas berdiri pada tahun 1985 merupakan sekolah gajah pertama di Indonesia. dengan nama awal Pusat Latihan Gajah (PLG) namun semenjak beberapa tahun terakhir ini namanya berubah menjadi Pusat Konservasi Gajah (PKG) yang diharapkan mampu menjadi pusat konservasi gajah dalam penjinakan, pelatihan, perkembangbiakan dan konservasi. Hingga sekarang PKG ini telah melatih sekitar 300 ekor gajah yang sudah disebar ke seluruh penjuru Tanah Air. Di Way Kambas juga tedapat International Rhino Foundation yang bertugas menjaga spesies badak agar tidak terancam punah.



Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terletak di ujung selatan Sumatera, 110 km dari Bandar Lampung. Merupakan salah satu cagar alam tertua di Indonesia yang menempati  lahan seluas 1.300 km² berupa  dataran rendah di sekitar Sungai Way Kambas di pantai timur Lampung.

TNWK menjadi rumah dan taman bermain bagi gajah, sekaligus pusat pelatihannya. Di lebatnya taman nasional ini, ada sekitar 200 gajah sumatera (Elephas maximus sumatranensis) menjadikan hutan ini sebagai rumah mereka. Gajah Sumatera adalah salah satu dari tiga subspesies yang diakui sebagai gajah asia dan asli Pulau Sumatera. Secara umum, gajah asia lebih kecil dibandingkan dengan gajah afrika. Gajah sumatera merupakan gajah terkecil dari gajah-gajah yang ada di  Asia dengan ketinggian bahu berkisar antara 2 dan 3,2 m. Gajah liar di Sumatera dahulu dapat ditemukan di 8 propinsi di Pulau Sumatera. Namun, karena kepadatan pemukiman dan menyusutnya vegetasi hutan hujan tropis telah menyulitkan untuk memperkirakan jumlah mereka.

Tahun 1978 Taman Nasional Way Kambas diusulkan menjadi  taman nasional dengan surat keputusan sementara tahun 1989 dan surat keputusan akhir tahun 1997. Sementara Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas resmi didirikan tahun 1985. Lokasinya terletak 9 km dari pintu masuk taman Plang Ijo. Pusat pelatihan gajah ini didirikan untuk  melindungi keberadaan gajah dan menciptakan keuntungan antara gajah dan manusia. Gajah di Sumatera dulunya digunakan oleh kerajaan yang memerintah di Sumatera untuk kendaraan berperang dan keperluan upacara.


Flora dan Fauna

Di Taman Nasional Way Kambas ini terdapat hewan yang hampir punah diantaranya Badak sumatera, Gajah Sumatera, Harimau sumatera, Mentok Rimba , Buaya sepit. Untuk tanaman banyak diketemukan Api-api, Pidada, Nipah, pandan. Di bagian pesisir Taman Nasional Way Kambas yang berawa juga sering ditemukan berbagai jenis burung antara lain Bangau Tongtong, Sempidan Biru, Kuau raja, Burung Pependang Timur, dan beberapa burung lainnya.



Pusat Pelatihan Gajah Way Kambas

 Anda dapat melihat gajah melakukan berbagai tugas seperti mengangkut kayu  atau membajak sawah. Mereka juga dapat melakukan aktivitas unik seperti bermain sepak bola dan pertunjukan menghibur lainnya.
Di dalam taman ini juga terdapat Sumatra Rhino Sanctuary (SRS), dimana badak-badak dikenalkan dengan alam sekitarnya dengan harapan penangkaran yang dilakukan berjalan sukses. Pusat penangkaran didirikan tahun 1995, meliputi lahan seluas 100 hektar yang dijadikan tempat  pelestarian, penelitian dan pendidikan. Di tempat penangkaran ini terdapat lima badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis) yang masing-masing diberi nama Rosa, Ratu, Bina, Torgamba, dan Andalas  yang bertindak sebagai duta untuk badak-badak liar lainya. Mereka juga dijadikan sebagai spesimen untuk pendidikan dan pelestarian.
Mamalia lainnya yang hidup di taman nasional ini antara lain: badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis sumatrensis), gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae), tapir (Tapirus indicus), anjing hutan (Cuon alpinus sumatrensis), siamang (Hylobates syndactylus syndactylus); 406 jenis burung diantaranya bebek hutan (Cairina scutulata), bangau sandang lawe (Ciconia episcopus stormi), bangau tong-tong (Leptoptilos javanicus), sempidan biru (Lophura ignita), kuau (Argusianus argus argus), pecuk ular (Anhinga melanogaster). berbagai jenis reptilia, amfibia, ikan, dan insekta.
WKNP juga merupakan rumah bagi beberapa tumbuhan antara lain api-api (Avicennia marina), pidada (Sonneratia sp.), nipah (Nypa fruticans), gelam (Melaleuca leucadendron), salam (Syzygium polyanthum), rawang (Glochidion borneensis), ketapang (Terminalia cattapa), cemara laut (Casuarina equisetifolia), pandan (Pandanus sp.), puspa (Schima wallichii), meranti (Shorea sp.), minyak (Dipterocarpus gracilis), dan ramin (Gonystylus bancanus).
Di area sekitar Way Kanan, ada lokasi dimana Anda terdapat tempat pengamatan burung. Spesies yang paling menarik di sini adalah mentok rimba dan burung botak hutan.

Kegiatan

 

Di Pusat Pelatihan Gajah (PPG) terdapat atraksi gajah setiap sore dan pertunjukan sepakbola gajah yang digelar setiap akhir pekan. Menunggang gajah sangat menyenangkan dengan wahana safari yang tersedia, barangkali dengan keberuntungan mungkin Anda bisa bertemu gajah liar. Pusat Pelatihan Gajah merupakan tempat pelatihan gajah, sedangkan Plang Ijo dirancang untuk memberikan informasi tentang hutan, satwa liar, dan isu-isu konservasi.
Berkunjung ke taman nasional ini merupakan kesempatan yang berharga, Anda bisa melepaskan kepenatan dari rutinitas kehidupan kota. Di Way Kanan terdapat jalan-jalan yang memandu Anda untuk berkeliling. Anda tidak diperbolehkan masuk ke dalam hutan tanpa pemandu karena berbahaya dan bisa tersesat.
Kapal motor dapat disewa untuk menikmati indahnya pantai dengan perjalanan singkat dan harga yang sesuai. Jika Anda ingin berkeliling, sebuah sampan (perahu dayung) tersedia untuk disewa. Cara ini mungkin lebih cocok untuk melihat-lihat satwa liar.


Pesona Gajah Lampung Timur



Menyimak media massa baru-baru ini, sejumlah tempat wisata yang ada di dunia berharap agar menjadi salah satu bagian keajaiban dunia.Salah satu yang ingin diharapkan masyarakat Indonesia saat ini ialah keberadaan Pulau Komodo agar menjadi bagian dari keajaiban dunia tersebut.

Meskipun saat ini peringkat Pulau Komodo untuk menjadi bagian dari 7 keajaiban tempat wisata masih berada diurutan kedelapan, namun harapan itu masih ada. Nah, berawal dari hal itu sebenarnya masih banyak potensi wisata yang ada di Indonesia untuk dipromosikan masuk dalam daftar 7 keajaiban dunia, yakni Taman Nasional Way kambas atau TNWK, yang daya tariknya begitu mempesona dengan adanya hewan berbelalai nan pintar yakni gajah.

Menarik sekali ketika berbincang dengan seseorang yang telah lama bergelut di dunia melatih gajah, yakni sebagai pawang gajah. Banyak informasi didapat dari menggali seputar pesona gajah tersebut.
Gajah merupakan hewan yang menurut mitos masyarakat tradisional sebagai “simbah” yang memiliki kepekaan sosial tinggi dan tidak rela jika di suatu tempat terdapat perilaku mesum.

Informasi tersebut berasal dari Suratno (43), seorang warga dari Kecamatan Labuhan Ratu Lampung Timur yang sejak lama berprofesi sebagai pawang gajah di Pusat Latihan Gajah (PLG) Balai Taman Nasional Way kambas (BTNWK) tersebut.
 Menurutnya, pesona gajah yang berasal dari Kabupaten Lampung Timur tersebut cukup dikenal baik, di tingkat lokal provinsi, level nasional hingga internasional.
“Saya sudah lama menjadi pawang gajah, dan hingga beberapa kali melakukan tour ke berbagai daerah,” katanya.
Menurutnya, gajah dari Lampung Timur sering diundang untuk tampil di berbagai event baik lokal maupun nasional, dan bahkan ada tawaran dari luar negeri, jelasnya. Berdasarkan pengalaman para penikmat atraksi hewan, lanjut dia, gajah yang berasal dari Lampung Timur cukup pintar dan membuat para penonton semakin terpesona dengan ulah hewan bertubuh tambun tersebut.

Dikatakannya, karena pesona itulah gajah dari Lampung Timur sering diundang ke berbagai daerah, seperti Jakarta, Jawa Barat, Surabaya, Palembang, hingga ke Bali.“Memang gajah dari Lampung Timur dikenal cukup luas, hingga keberbagai daerah seperti contohnya di Bali. Bahkan, event atraksi gajah yang digelar di Bali membuat wisatawan asing terheran-heran dan ingin melihat langsung ke PLG Lampung Timur,” paparnya.

Ia menjelaskan, karena kejinakan gajah dari Lampung Timur tersebut tidak membuat penikmat atraksi hewan tidak takut, dan apalagi melihat gajah  dari Lampung Timur yang cukup lincah itu.
“Jika semula ada yang mengatakan harus berhati-hati saat melihat gajah, sebab bisa mengamuk sewaktu-waktu, namun apabila berdekatan dengan gajah Lampung Timur tidak perlu khawatir,” tuturnya.
Ia menambahkan, sejak pesona gajah Lampung Timur diketahui hingga ke berbagai maka pihaknya sering “kebanjiran” order baik yang berasal dari lembaga atau pun perseorangan yang berniat mengundang gajah Lampung Timur berikut pawangnya untuk menghibur masyarakat.
“Jika ada permintaan, kami siap mendatangkan gajah Lampung Timur dengan jasa Rp2 juta per ekor gajah, namun tidak termasuk biaya makan plus operasional pawang gajah. Untuk pengangkutan gajah dan sewa pembatas lapangan atraksi gajah juga diserahkan kepada penyewa tersebut,” paparnya.
Sementara itu, pihak PLG BTNWK Lampung Timur saat ini memiliki 65 ekor gajah jinak, yang siap diundang ke berbagai tempat untuk mengibur masyarakat.
“Mendatangkan gajah lebih murah dan meriah, apalagi banyak masyarakat yang menyukainya,” katanya.
Ia melanjutkan, permintaan untuk mendatangkan gajah di tingkat Provinsi Lampung sendiri cukup ramai, seperti sebelumnya atraksi gajah di Pringsewu, Kalinda, Kotabumi, Bandar Jaya, hingga ke Lampung Barat meskipun di tempat tersebut juga banyak gajahnya.
            “Hal itulah yang membuat pesona gajah Lampung Timur semakin dikenal luas ke berbagai daerah,” ujarnya.
            Diungkapkannya, untuk menjadikan gajah menjadi pintar beratraksi tidak mudah, dibutuhkan kerja keras, kesabaran dan keuletan dalam melatih gajah.
            Jika ingin bagus, terangnya, gajah harus dilatih sejak berumur kecil hingga berumur 2 tahun, lalu biasanya sudah jinak dan bisa beratraksi.
            “Meski sebenarnya gajah yang sudah dewasa bisa kita latih dan bahkan ada gajah liar dari hutan bisa kita latih menjadi jinak,” jelasnya.
            Menurutnya, saat ini di PLG Way Kambas terdapat 62 gajah dewasa dan 3 gajah masih kecil, yang umurnya sekitar 2 tahun.
            Sementara itu, PLG yang ada di TNWK Lampung Timur juga cukup terkenal di Indonesia, sebab sudah banyak gajah yang berhasil dijinakkan dan terlatih, maka tidak heran jika sejumlah daerah mengirimkan gajah liarnya untuk dijinakkan di PLG tersebut.
            “PLG yang ada di Indonesia tidak banyak, dan PLG di Way Kambas itu, merupakan yang paling populer dan mampu melatih gajah dengan baik,” ujar Suratno menambahkan.
            Bahkan, lanjut Suratno, gajah-gajah yang berhasil dilatih di PLG Way kambas tersebut banyak digunakan oleh balai-balai yang lain untuk menghalau gajah liar yang sering berkonflik dengan warga di daerah masing-masing.
            Dengan adanya pesona gajah Lampung Timur tersebut menimbulkan rasa kepercayaan yang tinggi, bahwa Kabupaten Lampung Timur memiliki potensi yang luar biasa mahalnya yakni dengan kehadiran gajah jinak yang mampu menyedot perhatian para penikmat atraksi gajah.
Peluang Sebagai Promosi Wisata
Keberadaan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur memiliki banyak keuntungan jika potensi tersebut digali dengan serius. Maka dengan adanya sejumlah perhatian Pemkab Lampung Timur itu diharapkan mampu meningkatkan citra positif daerah di mata masyarakat lokal, nasional, hingga manca negara.
Sementara itu, pada ajang Festival Way Kambas (FWK) yang rutin digelar setiap tahunnya, diharapkan mampu menarik wisatawan domistik dan luar negeri.
Kegiatan itu sendiri sebelumnya selalu dilaksanakan di Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Labuhan Ratu sebanyak 8 (delapan) kali, dan baru yang kesembilan ini diadakan di ibukota Sukadana, Lampung Timur (Lamtim).
            Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lamtim, Marinus Sinurat, saat berada di Sukadana mengatakan, tujuan kegiatan tersebut untuk mempromosikan kepariwisataan yang dimiliki Kabupaten Lamtim baik kepada masyarakat setempat, wisatawan domestik maupun luar negeri.
"Kebudayaan yang dimiliki Lamtim cukup beragam, sehingga hal ini penjadi ajang pengenalan dunia wisata Lamtim bagi seluruh masyarakat dan wisatawan," ujarnya.
Dia menambahkan, sebelumnya Festival Way Kambas (FWK) itu selalu diadakan di taman way kambas, namun kurang mendapat respon masyarakat, karena lokasinya cukup jauh dan berada di areal hutan.
Dari pengalaman sebelumnya itu, ujarnya, maka pemerintah daerah memindahkan acara pembukaan Festival Way Kambas di ibukota Sukadana, namun untuk acara inti berupa atraksi gajah dan fasilitas out "bond" tetap berada di TNWK itu.
Dalam suatu kesempatan itu, Bupati Lampung, Satono dalam sambutannya mengharapkan dengan adanya Festival Way Kambas tersebut dapat menginspirasikan kemajuan pariwisata yang akan datang.
Dunia pariwisata, ujarnya, dapat semakin berkembang apabila mendapat kerjasama semua pihak, baik pemerintah pusat, daerah, dinas terkait, dan masyarakat sekitar.
"Semoga saja, dengan adanya beragam keanekaragaman hayati yang dimiliki Lamtim, dapat dijadikan daya tarik tersendiri yang dapat menarik wisatawan lebih banyak," jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Lampung Sjachroedin ZP di saat mengunjungi Kota Sukadana Lampung Timur mengatakan bahwa potensi hutan di Kabupaten Lampung Timur cukup besar, terutama di hutan TNWK yang luasnya mencapai 125 ribu hektare.

Ia menjelaskan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan RI untuk menjadikan TNWK itu sebagai salah satu kawasan hijau di Indonesia.

"Jika hutan TNWK sebagai kawasan hijau terwujud maka bisa menjadi yang terbesar se-Asia Tenggara," ujarnya.
Untuk itu, lanjutnya, diharapkan kepada Bupati dan Wakil Bupati Lampung Timur yang baru dilantik hendaknya peduli dengan kelestarian hutan di daerah itu.
"Lampung Timur memiliki keunggulan yang tidak dimiliki kabupaten/ kota lain di Provinsi Lampung ini, yakni adanya kawasan hutan yang juga sebagai tempat wisata, pusat latihan gajah (PLG), dan rencananya dijadikan kawasan hijau," katanya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur perlu mengalokasikan anggaran bagi kelestarian hutan di TNWK, karena nantinya juga akan didukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung dan Kementerian Kehutanan RI.

"Jika Pemkab Lampung Timur dapat mengalokasikan anggaran untuk kelestarian hutan sebesar 2,5 miliar, Pemprov Lampung bisa lima miliar, bahkan Kementerian Kehutanan RI akan mendukung anggaran hingga dua kali lipatnya," terangnya. Ia berharap, pembangunan daerah terus berjalan sehingga potensi keunggulan daerah dapat diberdayakan bagi kemakmuran masyarakatnya.***